Constraint Route Optimization
Dalam proses Route Optimization, terdapat beberapa constraint yang perlu diperhatikan untuk memastikan rute yang dihasilkan efisien dan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Constraints untuk Orders / Tasks
Time Window (Jam Operasional Customer/Buka-Tutup Toko) Constraint: Setiap toko memiliki jam operasional yang berbeda, sehingga pengiriman harus dilakukan dalam waktu tersebut. Contoh:
Toko A buka dari pukul 08.00 - 12.00 , sedangkan Toko B buka dari 10.00 - 17.00.
Sistem harus memastikan bahwa rute dibuat agar pengiriman ke Toko A dilakukan sebelum jam 12.00, sedangkan Toko B setelah jam 10.00.
Service Time (Waktu Penurunan Barang di Setiap Customer/Toko) Constraint: Setiap toko membutuhkan waktu berbeda untuk membongkar muatan. Contoh:
Toko kecil hanya membutuhkan 5 menit untuk unloading.
Toko besar (Supermarket) membutuhkan 30 menit karena ada pengecekan barang.
Capacity (Kapasitas Barang yang Dibawa/Dikirim) Constraint: Kendaraan memiliki kapasitas maksimal dalam satu kali perjalanan. Contoh:
Mobil A memiliki kapasitas 1000 kg, sedangkan total pesanan hari ini mencapai 1500 kg.
Sistem harus membagi order tersebut kedua kendaraan atau mengurangi jumlah order di satu kendaraan agar tidak melebihi kapasitas.
Zoning / Label (Pengelompokan Lokasi Customer/Toko Secara Manual) Constraint: Beberapa pelanggan berada dalam area/zona tertentu agar dikirim oleh kendaraan yang sama. Contoh:
Wilayah Jakarta Selatan diantar oleh kendaraan khusus karena rute di sana padat dan banyak gang sempit.
Jika ada order dari toko di Jakarta Selatan, sistem tidak akan mengalokasikan order tersebut ke kendaraan yang hanya beroperasi di Jakarta Barat.
Capabilities (Tipe atau Skill dari Toko yang Disusun Secara Manual untuk Penetapan Kendaraan) Constraint: Beberapa toko hanya bisa menerima pengiriman dari kendaraan tertentu. Contoh:
Toko di dalam mall hanya bisa menerima barang menggunakan mobil box kecil karena loading dock memiliki batasan ukuran.
Restoran di jalan kecil hanya bisa diantar menggunakan motor karena jalanan sempit.
Constraints untuk Kendaraan / Fleet
Breaks (Waktu Istirahat Driver) Constraint: Driver harus memiliki waktu istirahat dalam sehari. Contoh:
Driver bekerja dari 08.00 - 17.00 dengan istirahat 12.00 - 13.00.
Sistem akan memastikan tidak ada pengiriman yang dijadwalkan selama jam istirahat tersebut.
Capacity (Kapasitas Maksimal Kendaraan) Constraint: Kendaraan memiliki batas kapasitas yang tidak boleh dilanggar. Contoh:
Mobil A bisa mengangkut maksimal 1000 kg, tetapi hari ini ada order total 1100 kg.
Sistem akan otomatis membagi order ke kendaraan lain agar tidak overload.
Max/Min Driving Distance (Jarak Maksimal yang Bisa Ditempuh dalam Satu Rute) Constraint: Kendaraan hanya bisa menempuh jarak tertentu dalam sehari. Contoh:
Jika kendaraan hanya bisa berjalan maksimal 300 km/hari, maka sistem harus memastikan total jarak semua order tidak melebihi batas tersebut.
Capabilities (Tipe Kendaraan yang Bisa Digunakan untuk Order Tertentu) Constraint: Beberapa kendaraan hanya bisa mengantar ke tempat tertentu. Contoh:
Mobil besar tidak bisa masuk gang sempit, jadi order ke area gang kecil harus dialokasikan ke motor atau mobil kecil.
Prioritization (Skema Prioritas Kendaraan dalam Optimasi Rute) Constraint: Kendaraan dengan kapasitas lebih besar lebih diprioritaskan untuk efisiensi. Contoh:
Kendaraan kapasitas 2000 kg lebih diutamakan dibanding kendaraan kapasitas 1000 kg untuk mengurangi jumlah perjalanan dan biaya operasional.
Other Features / Constraints
Multiple Map Data Backend (Provider Peta yang Digunakan dalam Perhitungan Rute) Constraint: Sistem dapat menggunakan berbagai peta dengan kelebihan masing-masing. Contoh:
OSM (OpenStreetMap) → Gratis, tapi tidak ada histori/prediksi lalu lintas.
TOMTOM → Memiliki histori lalu lintas, tapi tidak ada prediksi real-time (berbayar/ada additional cost selain cost RO saat ini).
HERE Maps → Memiliki histori dan prediksi lalu lintas real-time (berbayar/ada additional cost selain cost RO saat ini).
Notes:
Hidden features.
TOMTOM dan HERE Maps memiliki biaya tambahan, untuk user yang ada kebutuhan ini akan dibuatkan penawaran yang berbeda.
Custom Driving Speed (Kecepatan Rata-rata Kendaraan dalam Perhitungan Rute) Constraint: Kecepatan kendaraan dihitung sesuai kondisi lapangan. Contoh:
Jika rute melalui area macet, sistem akan menggunakan kecepatan rata-rata 20 km/jam.
Jika jalan tol digunakan, sistem bisa mengasumsikan kecepatan 80 km/jam.
Notes:
Hidden features,
Jika user memiliki kebutuhan ini bisa di setting melalui tim Dev.
Avoid Tolls (Menentukan Apakah Kendaraan Bisa Melewati Jalan Tol atau Tidak) Constraint: Beberapa kendaraan tidak boleh menggunakan jalan tol untuk menghemat biaya. Contoh:
Jika kendaraan tidak diperbolehkan lewat tol, sistem akan memilih rute alternatif di jalan biasa.
Balance Routes (Pembagian Order secara Merata di Semua Kendaraan dan Rute) Constraint: Sistem dapat membagi order agar tidak ada kendaraan yang bekerja terlalu lama atau terlalu cepat selesai. Contoh:
Jika ada 5 kendaraan dan total pengiriman adalah 50 toko, maka setiap kendaraan akan mendapatkan sekitar 10 toko agar beban kerja merata.
Sistem akan menghindari skenario di mana satu kendaraan selesai lebih cepat sementara yang lain masih bekerja hingga malam hari.
Kesimpulan
Dengan menerapkan constraint ini, Route Optimization bisa berjalan lebih optimal.
Sistem akan memastikan:
Pengiriman dilakukan sesuai jam operasional customer.
Kendaraan tidak overload atau melebihi kapasitas.
Istirahat driver dihitung dalam rute.
Rute optimal yang mempertimbangkan peta, kecepatan, dan aturan jalan.
Penggunaan kendaraan sesuai dengan lokasi dan kebutuhan pelanggan.
Last updated
Was this helpful?