Step 3: Mengisi detail Faktur Pembelian Baru (Create New Purchase Invoice).
Supplier: Isi dengan nama Supplier.
Alamat: Akan terisi otomatis sesuai dengan alamat dari Supplier yang dipilih.
Tanggal Faktur: Tanggal dibuatnya Faktur Pembelian dan akan terisi otomatis.
Gudang: Gudang dimana stok produk tersebut akan diletakkan.
Waktu Pembayaran: Diisi dengan jangka waktu pembayaran pesananAnda.
Tanggal Jatuh Tempo: Tanggal jatuh tempo pembayaran dan akan terisi otomatis.
No Referensi: Bisa diisi nomor referensi Faktur Pembelian.
Produk: Bisa diisi produk yang dipesan.
Kuantitas: Jumlah produk yang dipesan.
Note:
Jika Purchase Invoice yang dibuat berasal dari Purchase Order/Purchase Delivery, maka Supplier tidak dapat dipilih.
Opsi Subtotal Termasuk Pajak juga dapat dipilih jika memang dibutuhkan dan akan dikalkulasi seluruhnya.
Step 4: Klik tombol Simpan.
Step 5: Data dinyatakan tersimpan apabila Anda diarahkan ke halaman Faktur Pembelian (Purchase Invoice) dan muncul notifikasi Data Saved Successfully di pojok kanan atas.
Step 6: Data Faktur Pembelian (Purchase Invoice) Anda akan muncul pada halaman Faktur Pembelian (Purchase Invoice) dengan status Active.
Apabila membuat Faktur Pembelian (Purchase Invoice) terpisah dari Pengiriman Pembelian (Purchase Delivery) maka pada tahap ini produk yang dipesan akan masuk ke dalam stok Gudang.
Langkah selanjutnya adalah melakukan Pembayaran :)